IHSG DAN RUPIAH REBUND

3 12 2008

Jakarta – Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona positif di tengah perdagangan yang tipis. Investor saham mulai belanja sedikit saham-saham perbankan dan infrastruktur.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Rabu (3/12/2008) IHSG menguat 6,350 poin (0,53%) menjadi 1.197,708. Transaksi saham masih tipis karena investor masih banyak yang melakukan wait and see.

IHSG mengikuti penguatan bursa saham regional di sesi siang ini seperti Hang Seng naik 1,41%, Nikkei naik 0,99%, Shanghai naik 1,69%, STI Singapura naik 0,91%.

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, menguat 250 poin menjadi 12.000 per dolar AS. Rupiah mulai positif karena mengantisipasi RDG BI Kamis besok yang akan menentukan tingkat BI Rate.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 21.837 kali, dengan volume 778,1 juta unit saham, senilai Rp 542 miliar. Sebanyak 58 saham naik, 57 saham turun dan 39 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.480, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 125 menjadi Rp 3.225, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.850, United Tractors (UNTR) naik Rp 25 menjadi Rp 3.350 dan Indofood Sukses Internasional (INDF) naik Rp 10 menjadi Rp 900.
(ir/qom)





Emas dan Perak, Simbol Perlawanan terhadap Dollar

7 11 2008

Akibat gejolak politik yang berawal dari kepentingan ekonomi, pada 1913 para bankers AS menyatakan telah terjadi kekurangan mata uang di Amerika. Oleh sebab itu, pemerintah Amerika tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai.Agar ada tambahan sirkulasi uang, sekelompok orang kemudian mendirikan satu bank yang dinamakan “The Federal Reserve Bank of New York”, yang kemudian menjual stock yang dimiliki dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450. 000. 000 melalui bank-bank: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam (Keluarga Warburg mengontrol German Reichsbank bersama Keluarga Rothschild), Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, serta Kuhn & Loeb Bank of New York. Baca Selengkapnya





POTRET EKONOMI INDONESIA DAN PROSPEK EKONOMI ISLAM

30 10 2008

Di masa lalu, upaya yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia berkenaan dengan kebijaksanaan di sektor keuangan dan moneter pada tahun 1980-an seperti; kebijaksanaan paket Juni 1983 yang mencakup pembebasan kredit dan pagu kredit bagi operasi bank-bank negara dan memperkenalkan instrumen pengendalian moneter baru yang berorientasi pasar, seperti paket Oktober 1987, paket Desember 1988 dan paket Maret 1989 yang kesemuanya diarahkan pada perbaikan kebijakan efisiensi sektor keuangan dan pengembangan pasar modal. Di antaranya adalah melalui pembukaan hambatan arus modal masuk. Kemudian disusul dengan adanya regulasi baru yang diumumkan pada tanggal 14 Maret 1991, ditujukan untuk memperkuat basis permodalan bank-bank dan memperketat pengawasan terhadap lembaga-lembaga keuangan.

baca selengkapnya





ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM

27 10 2008

Ditengah kehancuran harga saham….

must be read a more for this site below

http://www.lembarsaham.com

http://www.dolgado.blogspot.com

http://www.bursarumor.com





AKANKAH HARGA BBM TURUN ?

26 10 2008

BANDUNG — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah pasti akan melakukan penyesuaian (menurunkan) harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, apabila memang keuangan negara memungkinkan. “Yakinlah pemerintah pasti akan sesuaikan (turunkan) harga bahan bakar minyak kalau keuangan negara memungkinkan,” kata Wapres Jusuf Kalla saat bersilaturahmi dan halal bihalal dengan para kader Partai Golkar se Jawa Barat di Bandung, Minggu.

Sebelumnya Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, UU Rukmana menyampaikan pertanyaan masyarakat kenapa pemerintah belum juga menurunkan harga BBM meski harga minyak dunia sudah mengalami penurunan.Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa untuk penentuan harga BBM dipengaruhi oleh empat hal. Pertama, harga minyak dunia. Saat ini memang telah ada penurunan harga minyak dunia.

Namun, tambah Wapres, sampai kapan penurunan tersebut akan bisa bertahan? Apakah ada jaminan tidak akan ada kenaikan harga lagi?Kedua, berkaitan dengan nilai tukar rupiah. Menurut Wapres, saat ini yang terjadi justru terjadi kurs rupiah yang melemah hingga ke level Rp10.150. Artinya, kata Wapres, meski harga minyak dunia turun tetapi karena kurs rupiah melemah, justru terjadi kenaikan.

Ketiga, tergantung dari besaran subsidi yang telah ditetapkan.Keempat, penghitungan harus dilakukan berdasarkan harga rata-rata per tahun. Jadi kalau saat ini 64 dolar AS tidak bisa karena juga pernah di atas 100 Dollar AS. Penghitungannya harus dilakukan dalam rata-rata per tahun.”Intinya pemerintah tak pernah ambil untung dari harga bahan bakar minyak yang disubsidi. Yakinlah itu,” kata Jusuf Kalla.

Acara silaturahmi tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan serta para fungsionaris DPP Partai Golkar dan seluruh caleg partai Golkar se-Jabar.ant/kp